Suatu hari seorang teman pernah bercerita tentang rencana masa depannya. Dia bilang ingin merintis bisnis sendiri dan segera mengajukan pensiun dini. Bagi kita yang sudah merasa nyaman dengan pekerjaan saat ini,tentu menganggap ini adalah sebuah pertaruhan besar dalam hidup. Iya kalau bisnis kita langgeng,kalau bangkrut gimana? Gak sayang dengan jabatan di kantor? Apa keluarga mendukung? Dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan itu seakan menyesaki batin dan membuat kita enggan keluar dari zona nyaman kita.
Ya,mempunyai usaha sendiri sepertinya idaman semua orang. Hanya saja banyak diantaranya yang takut memulai,apalagi yg sedang berstatus pegawai/karyawan. Keuntungan dari berwirausaha adalah jam kerja yang fleksibel/tidak mengikat,tidak ada yang memerintah karena kita sendirilah bosnya. Selain itu,income yang didapat unlimited,bergantung dengan produtivitas kita sendiri. Beda dengan karyawan yang gajinya sudah ditentukan oleh manajemen. Akan tetapi,sebelum mengajukan pensiun dini semuanya harus dipersiapkan secara matang. Alangkah baiknya jika bisnis yang kita miliki sudah dirintis jauh hari dan profitable,sehingga kita bisa lebih fokus menjalankannya setelah pensiun nanti.
Nah,berani pensiun dini???
Rabu, 18 Februari 2015
Minggu, 25 Januari 2015
Gaji Pertama
Semua orang pasti pernah mengalami momen ini. Setelah bertahun-tahun bergelut di sekolah dan menggantungkan uang saku dari orang tua, menerima gaji pertama saat awal kali memasuki dunia kerja merupakan momen membanggakan atau mungkin juga mengharukan. Inilah fase dimana kita sudah mulai belajar mandiri secara ekonomi.
Beragam cara diekspresikan saat menerima gaji pertama. Ada yang diberikan kepada orang tua, mentraktir teman, sebagian diinfakkan di baitul maal dan sebagainya. Apapun itu,yang pasti hal tersebut dilakukan sebagai ucapan syukur karena sudah mendapatkan pekerjaan. Tidak peduli besar kecilnya gaji pertama.
Namun demikian ada beberapa tips yang perlu kita perhatikan pasca menerima gaji pertama. Pertama, jangan dihabiskan. Tetap sisakan untuk biaya hidup minimal satu bulan ke depan. Bagaimanapun juga kita perlu alokasikan untuk pengeluaran biaya makan dan transport sampai tanggal gajian berikutnya.
Kedua, jaga gaya hidup. Hal yang sering terjadi setelah menerima gaji pertama kita sering terseret dalam perubahan gaya hidup. Belanja barang mewah, makan di tempat mahal, sampai godaan berhutang. Boleh dilakukan asal dalam tingkatan yang wajar,sesuai dengan tingkat pendapatan dan kebutuhan kita tentunya.
Ketiga, mulai menabung. Menikmati uang dari hasil jerih payah sendiri memang perlu. Cukup sudah euforia gaji pertama. Next, mulailah menyusun anggaran menabung. Ini sangat penting karena seringkali muncul kebutuhan-kebutuhan tak terduga.Disamping itu menabung juga sebagai bagian untuk mempersiapkan rencana-rencana masa depan.
Beragam cara diekspresikan saat menerima gaji pertama. Ada yang diberikan kepada orang tua, mentraktir teman, sebagian diinfakkan di baitul maal dan sebagainya. Apapun itu,yang pasti hal tersebut dilakukan sebagai ucapan syukur karena sudah mendapatkan pekerjaan. Tidak peduli besar kecilnya gaji pertama.
Namun demikian ada beberapa tips yang perlu kita perhatikan pasca menerima gaji pertama. Pertama, jangan dihabiskan. Tetap sisakan untuk biaya hidup minimal satu bulan ke depan. Bagaimanapun juga kita perlu alokasikan untuk pengeluaran biaya makan dan transport sampai tanggal gajian berikutnya.
Kedua, jaga gaya hidup. Hal yang sering terjadi setelah menerima gaji pertama kita sering terseret dalam perubahan gaya hidup. Belanja barang mewah, makan di tempat mahal, sampai godaan berhutang. Boleh dilakukan asal dalam tingkatan yang wajar,sesuai dengan tingkat pendapatan dan kebutuhan kita tentunya.
Ketiga, mulai menabung. Menikmati uang dari hasil jerih payah sendiri memang perlu. Cukup sudah euforia gaji pertama. Next, mulailah menyusun anggaran menabung. Ini sangat penting karena seringkali muncul kebutuhan-kebutuhan tak terduga.Disamping itu menabung juga sebagai bagian untuk mempersiapkan rencana-rencana masa depan.
Minggu, 02 Juni 2013
Saving, Investing dan Trading
Mengelola keuangan itu penting,baik itu bagi yang masih single, terlebih lagi yang sudah berkeluarga. Pendapatan yang kita peroleh setiap bulan perlu kita bagi untuk kebutuhan jangka pendek (konsumsi) dan sebagian disimpan untuk masa mendatang atau jangka panjang. Disini saya ingin membahas tentang 3 rencana keuangan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan untuk jangka panjang,yaitu Saving, Investing dan Trading.
Saving is a must. Menabung itu adalah sebuah keharusan,karena menabung digunakan untuk motif berjaga-jaga untuk kebutuhan tak terduga. Setiap orang perlu menyisihkan untuk menabung secara rutin,berapapun penghasilan yg diterimanya setiap bulan. Menabung bisa dilakukan dengan membuka rekening di bank ataupun menyimpannya sendiri secara konvensional.
Investing is for a future. Investasi lebih merupakan pengharapan bertambahnya nilai aset dalam jangka panjang. Investasi baru bisa dilakukan setelah kebutuhan saving sudah teralokasi dengan baik. Investasi dapat berupa pembelian aset tetap (tanah,rumah,ruko,dll) atau aset lancar (saham,reksadana,obligasi,emas). Dalam jangka panjang harga aset-aset tersebut akan naik seiring dengan laju inflasi, peningkatan pendapatan, kondisi ekonomi dan lain-lain.
How about trading?
Trading is an option.Secara umum trading bisa diartikan aktivitas perdagangan di pasar modal atau bursa berjangka,dimana seorang trader mendapatkan profit dari selisih harga jual dan beli di market. Adapun yg diperdagangkan bisa berupa saham,valas,dan produk derivatif lainnya.Trading merupakan pilihan,karena membutuhkan pengetahuan dan keahlian khusus serta megandung faktor resiko. Beda dengan investasi,aktivitas trading biasanya lebih bersifat jangka pendek. Bisa harian,mingguan ataupun bulanan dengan tujuan mendapatkan hasil yang lebih besar (high risk high return).
Nah pilihan mana yang cocok dengan anda? Sesuaikan dengan profil resiko anda ya....
Langganan:
Postingan (Atom)
