Rabu, 28 Oktober 2015

Hari Blogger Nasional


Tanggal 27 Oktober kemarin ditetapkan sebagai hari blogger nasional. Meskipun telat,tapi saya mencoba mengisinya dengan sebuah tulisan di blog pribadi yang sudah lama tidak saya jamah.Meskipun sudah jarang memposting bukan berarti saya sudah berhenti menulis. Selama ini saya memang lebih sering menulis di akun sosmed macam Google+ dan sebagai kontributor di blog teman. Bagi saya menulis seperti nafas yang setiap saat bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Inspirasi menulis bisa datang dari mana saja. Peristiwa sehari-hari, percakapan dengan orang lain, baca berita dari surat kabar atau apapun bisa memberi inspirasi untuk menulis.

Ada beberapa alasan kenapa kita harus melatih diri menulis diantara
  1. Karena Ingatan Manusia Terbatas
  2. Hobi
  3. Membagi Informasi
Setiap orang tentu punya motivasi tersendiri dalam menulis. Apapun itu semoga bisa memberi pencerahan buat pembacanya. Tentunya dengan memberi hal-hal yang positif.

Selamat hari blogger...

Rabu, 18 Februari 2015

Pensiun Dini

Suatu hari seorang teman pernah bercerita tentang rencana masa depannya. Dia bilang ingin merintis bisnis sendiri dan segera mengajukan pensiun dini. Bagi kita yang sudah merasa nyaman dengan pekerjaan saat ini,tentu menganggap ini adalah sebuah pertaruhan besar dalam hidup. Iya kalau bisnis kita langgeng,kalau bangkrut gimana? Gak sayang dengan jabatan di kantor? Apa keluarga mendukung? Dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan itu seakan menyesaki batin dan membuat kita enggan keluar dari zona nyaman kita.

Ya,mempunyai usaha sendiri sepertinya idaman semua orang. Hanya saja banyak diantaranya yang takut memulai,apalagi yg sedang berstatus pegawai/karyawan. Keuntungan dari berwirausaha adalah jam kerja yang fleksibel/tidak mengikat,tidak ada yang memerintah karena kita sendirilah bosnya. Selain itu,income yang didapat unlimited,bergantung dengan produtivitas kita sendiri. Beda dengan karyawan yang gajinya sudah ditentukan oleh manajemen. Akan tetapi,sebelum mengajukan pensiun dini semuanya harus dipersiapkan secara matang. Alangkah baiknya jika bisnis yang kita miliki sudah dirintis jauh hari dan profitable,sehingga kita bisa lebih fokus menjalankannya setelah pensiun nanti.
Nah,berani pensiun dini???

Minggu, 25 Januari 2015

Gaji Pertama

Semua orang pasti pernah mengalami momen ini. Setelah bertahun-tahun bergelut di sekolah dan menggantungkan uang saku dari orang tua, menerima gaji pertama saat awal kali memasuki dunia kerja merupakan momen membanggakan atau mungkin juga mengharukan. Inilah fase dimana kita sudah mulai belajar mandiri secara ekonomi.

Beragam cara diekspresikan saat menerima gaji pertama. Ada yang diberikan kepada orang tua, mentraktir teman, sebagian diinfakkan di baitul maal dan sebagainya. Apapun itu,yang pasti hal tersebut dilakukan sebagai ucapan syukur karena sudah mendapatkan pekerjaan. Tidak peduli besar kecilnya gaji pertama.

Namun demikian ada beberapa tips yang perlu kita perhatikan pasca menerima gaji pertama. Pertama, jangan dihabiskan. Tetap sisakan untuk biaya hidup minimal satu bulan ke depan. Bagaimanapun juga kita perlu alokasikan untuk pengeluaran biaya makan dan transport sampai tanggal gajian berikutnya.

Kedua, jaga gaya hidup. Hal yang sering terjadi setelah menerima gaji pertama kita sering terseret dalam perubahan gaya hidup. Belanja barang mewah, makan di tempat mahal, sampai godaan berhutang. Boleh dilakukan asal dalam tingkatan yang wajar,sesuai dengan tingkat pendapatan dan kebutuhan kita tentunya.

Ketiga, mulai menabung. Menikmati uang dari hasil jerih payah sendiri memang perlu. Cukup sudah euforia gaji pertama. Next, mulailah menyusun anggaran menabung. Ini sangat penting karena seringkali muncul kebutuhan-kebutuhan tak terduga.Disamping itu menabung juga sebagai bagian untuk mempersiapkan rencana-rencana masa depan.